Langsung ke konten utama

Tutorial DNS Pada Linux Ubuntu Anda Part 2 SERVER CACHE VS OTORITATIF

Halo teman-teman, ketemu lagi di blog Tutorial Linux Ubuntu Berbahasa Indonesia. Sebelumnya saya sudah membahas mengenai pengenalan DNS Server di Linux pada postingan ini. Pada postingan ini saya akan melanjutkan mengenai pembahasan tentang Tutorial DNS Server Di Linux. Seperti yang saya bicarakan dipostingan sebelumnya, bahwa sebelum anda mempelajari konfigurasi DNS Server Di linux, saya sarankan anda untuk memahami dulu setiap element yang ada pada service ini. Baiklah kita mulai pembahasannya. 

Server cache VS Otoritatif
Server DNS memiliki 2 fungsi utama, yaitu sebagai server nama otoritatif dan sebagai resolver / cache. DNSyang berfungsi sebagai serer nama berarti server DNS tersebut akan menjawab pertanyaan mengenai domain yang diwakilinya. Sebagai contoh, server DNS admin.web.id hanya bertanggung jawab atas penerjemahan nama host ke alamat IP dari host yang berada dibawah domain admin.web.id weperti abc.admin.web.id, mail.admin.web.id dan sebagainya.

Server DNS ini bersifat otoritatif terhadap domain admin.web.id dalam arti akan menjawab pertanyaan untuk domain admin.web.id dan juga pada saat yang sama bersifat non-rekursif berarti server tidak akan menjawab permintaan yang ditujukan bukan untuk domain yang diwakilinya.

Fungsi server DNS yang kedua adalah sebagai resolver/cache. Server DNS jenis ini hanya akan meneruskan permintaan ke server DNS yang lain dan menyimpan jawaban atas permintaan ke server DNS yang lain dan menyimpan jawaban atas permintaan tersebut di cachenya. Berlawanan dengan server otoritatif yang bersifat non-rekursif, server jenis ini bersifat rekursif yang akan menjawab permintaan  atas domain apapun.

Yang perlu diperhatikan dalam mendesain server DNS adalah, hendaknya kita memisahkan antara server DNS yang berfungsi sebagai server otoritatif dan server cache. kebanyakan server DNS berfungsi baik sebagai server nama otoritatif dan juga sebagai server cache. Lalu mengapa kita perlu memisahkan kedua fungsi tersebut kedalam 2 server DNS yang berbeda?

Ada 2 keuntungan jika kita memisahkan kedua fungsi tersebut dan keduanya berhubungan dengan masalah keamanan. Pertama adalah membuat server DNS anda lebih dapat diandalkan dari perspektif ketersediaan layanan, Jika anda menggabungkan kedua fungsi server tersebut maka jika misalkan terjadi serangan DoS terhadap server DNS anda, maka anda akan mengalami kegagalan atas kedua fungsi tersebut. Server DNS anda akan gagal menjadi server otoritatif terhadap domain anda dan juga gagal melayani permintaan untuk meresolusi domain lain dari klien anda.

Kedua, pemisahan fungsi akan membuat hacker yang berhasil menguasai server DNS anda hanya menguasai salah satu fungsi tersebut, tetapi tidak keduanya. Sehingga memisahkan kedua fungsi tersebut dapat membatasi kemungkinan kedua fungsi server DNS anda dapat dikuasai dengan satu serangan saja.

Dalam membuat server DNS kita juga harus memperhatikan dimana akan kita letakkan server DNS yang berfungsi sebagai server otoritatif dan server cache. Server nama otoritatif hendaknya kita letakkan di dalam DMZ dan melayani langsung permintaan dari internet, tetapi server cache hendaknya diletakkan didalam jaringan lokal, atau DMZ dan tidak terekspos secara langsung dari internet. Hal ini dilakukan agar server cache terlindung dari akses langsung internet.

Baiklah teman-teman, saya cukupkan sampai disini dulu supaya anda bisa memahami betul mengenai kedua fungsi server tersebut. Topik selanjutnya adalah mengenai Delegasi yang akan saya lanjutkan di postingan yang berbeda. Mengapa demikan? saya pikir, jika artikel itu terlalu panjang akan sulit dicerna dan dipahami. Jadi saya akan menerapkan metode tutorial yang sedikit-sedikit namun memberikan inti dari materi supaya lebih dipahami.

Semoga bermanfaat,
Salam penguin! :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

hacking

How To Create Facebook Phishing Android Application (No Coding Needed) by PicaTesHackZ · Published January 18, 2015 · Updated September 3, 2016 image: https://i0.wp.com/picateshackz.com/wp-content/uploads/2015/01/fb2Bandroid2Bapp.jpg?resize=400%2C376 In this tutorial i’m going to explain how to make an android application with facebook phishing method, so you can get the username and password of each person who login to facebook using this app.  Note: This post is updated with new undetectable phishing files This app is actually looks like real facebook app with real facebook icon so victim can’t find out whether it’s a fake facebook application or not. Sending fake page’s url to victim is not possible now a days ,that method is easily detectable in firefox and google chrome browsers that’s why i’m tested this new method to phishing facebook and it works good. Read my previ...

Tutorial Failover Mikrotik dan External Proxy

Pendahuluan Tutorial ini diperuntukan mesin Mikrotik dengan External Proxy, yang akan dibahas disini adalah bagaimana Mikrotik bisa menonaktifkan perintah redirect port yang dibelokkan ke external proxy ketika mesin server mati atau terputus dengan server atau service port proxy dalam kondisi mati secara tiba-tiba tetapi kondisi mesin masih menyala, dan bagaimana Mikrotik bisa kembali mengaktifkan redirect port ke external proxy ketika terhubung kembali dengan server atau port proxy tersedia kembali. Dengan cara: 1. Mikrotik selalu melakukan ping ke IP server external proxy, jika terputus maka Mikrotik akan menonaktifkan perintah redirect port dan sebaliknya. 2. Disini tidak akan tergantung dengan  situs-situs diluar agar kondisinya bisa digaransi, melainkan dari server external proxy akan memantau port proxy-nya sendiri setiap berapa detik sekali, setiap kondisi port proxy mengalami kegagalan maka server akan mengirimkan perintah ke Mikrotik melalui SSH agar Mikrotik...

Uni-Directional WIFI Range Extender

Mudah menerima sinyal WIFI dari jauh menggunakan adaptor USB WIFI standar dan sedikit kecerdikan. Ide Sederhana ini tidak memerlukan modifikasi untuk adaptor USB WIFI atau komputer Anda. Sebuah cara sederhana untuk meningkatkan kekuatan sinyal dan jangkauan WIFI Anda. Ditambah bekerja dengan semua adapter USB WIFI Langkah 1: Alat dan Komponen Dibutuhkan Anda hanya perlu beberapa bagian untuk proyek ini dan mereka semua cukup murah kecuali untuk adapter USB WIFI. (Aku punya tambang dijual untuk $ 10, hanya memeriksa iklan) 1 - Logam Strainer / Steamer Adaptor WIFI USB - 1 1 - USB Extension Cable (saya memilih 10 kaki panjang) ½ "Bor Bit (saya ingin menggunakan stepper bit untuk logam) Gorilla Glue (Epoxy juga bekerja dengan baik) 2 - Ties Zip Langkah 2: Pengeboran yang Strainer / Steamer Lepaskan Pusat Post (Jika ini Anda memiliki satu) dan mengebor sebuah "lubang 1/2 karena itu adalah ukuran yang sempurna agar sesuai dengan ex...